Belum Terbukti

Ribuan Ton Limbah Berbahaya Dibuang di Lahan Desa Kecamatan Trowulan, Mojokerto

17:31 Mar 18 2016 Trowulan, Mojokerto, East Java, Indonesia

Ribuan Ton Limbah Berbahaya Dibuang di Lahan Desa Kecamatan Trowulan, Mojokerto
Description
Ratusan warga di sejumlah desa di Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, merasa terganggu kesehatannya. Ini disebabkan ribuan ton limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) dibuang di lokasi bekas galian untuk batu bata merah.

Sejumlah desa yang menjadi lokasi pembuangan B3 di antaranya Desa Watesumpak, Beloh, Panggih, Sentonorejo, Kejagan, dan Wonorejo. Ironisnya, beberapa tempat pembuangan sangat dekat dengan perkampungan warga.

Sayangnya, hingga saat ini aparat hukum masih belum menindaklanjuti keluhan warga setempat. Menurut Suyono, seorang warga Dusun Prayan, Desa Watesumpak, pembuangan limbah beracun ini sudah diketahui warga sejak delapan bulan lalu.

Awalnya, dusunnya yang menjadi sasaran. Seorang pemilik lahan di kampungnya tiba-tiba membuang limbah itu di kubangan bekas galian tanah untuk pembuatan batu bata merah. ”Sekitar Maret mulai dibuang limbah itu dan tidak ada izin dari pemerintah desa,” katanya.

Dia menyebutkan, lokasi pembuangan limbah ini berada di pemukiman warga. Bahkan dalam sehari lanjut dia, rata-rata 20 truk limbah dibuang di lokasi itu. Selain itu, di satu titik pembuangan limbah yang sama juga dilakukan di areal persawahan yang tak jauh dari pemukiman warga.

”Setelah dibuang, bagian atasnya ditutup tanah dan diratakan dengan alat berat,” imbuhnya.

Sejak awal Suyono menduga, warga setempat sebenarnya sudah mencurigai jika limbah yang dibuang di lahan yang diketahui milik Yusuf Khariri itu berbahaya dan beracun. Namun oleh pemilik lahan, limbah tersebut diakui sebagai tanah uruk tak berbahaya.

Bahkan, limbah ini dibuang di beberapa perkarangan rumah warga untuk tanah uruk. Warga tak mengetahui jika tanah uruk itu merupakan limbah berbahaya. ”Kami sempat melaporkan ke aparat kecamatan dan Polsek Trowulan. Namun tak ada tanggapan,” keluhnya.

Warga menurutnya, sempat berinisiatif untuk menguji lab sampel limbah itu. Karena pemilik lahan tak mengakui jika limbah tersebut merupakan limbah B3. Ternyata dari hasil uji lab yang dilakukan di Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Mojokerto, dipastikan jika limbah tersebut merupakan limbah B3 yang tak boleh dibuang sembarangan, apalagi dengan sistem open dumping.

”BLH sudah memastikan itu limbah B3 dan meminta pemilik lahan menghentikan membuang limbah di lahannya,” tandasnya.

Meski sudah dipastikan limbah B3, imbuh dia, namun aparat kepolisian dari Polsek Trowulan tak juga menindaklanjuti laporan warga. Hingga akhirnya, warga melaporkan kasus ini ke Polres Mojokerto. ”Polisi sudah datang ke lokasi mengambil sampel limbah. Itu bulan Oktober lalu. Kita minta agar polisi bisa menindak tegas pelaku. Karena ada beberapa desa lainnya juga menjadi sasaran pembuangan B3 seperti ini,” ujar Suyono seraya menunjukkan limbah di salah satu lokasi pembuangan.

Dirinya belum mengetahui asal muasal limbah B3 itu. Namun sambung Suyono, dari keterangan sejumlah sopir truk pengangkut limbah B3, didapat dari beberapa perusahaan. Salah satunya perusahaan elektronik di Jombang.

”Kita menuntut agar aktivitas ini dihentikan total. Warga juga meminta agar limbah yang sudah dikubur, diambil kembali. Kalau dihitung, ada ribuan ton limbah yang sudah terlanjut dikubur di sini,” tukas pria yang juga menjadi saksi pelapor dalam kasus ini.

Kepala BLH Kabupaten Mojokerto Zainul Arifin mengatakan kasus pembuangan limbah di Kecamatan Trowulan sudah ditangani pihaknya. Setelah mengambil sampel limbah dan mengujinya di laboraturium, dipastikan jika limbah tersebut masuk kategori limbah B3.

Sementara itu, Kapolres Mojokerto KBP Muji Ediyanto mengatakan, pihaknya memang mendapatkan laporan dari masyarakat terkait pembuangan limbah B3 di Desa Watesumpak. Namun di sejumlah desa lainnya, pihaknya belum mendapatkan laporan.

”Untuk yang di Desa Watesumpak, sudah ada laporan dan sudah kita tangani. Masih dalam proses penyidikan. Kalau bukti sudah lengkap, akan segera ditetapkan tersangka,” pungkas Muji ke Berita Metro saat dihubungi via telepon pada Selasa, 11 November 2014.

Muji menambahkan tak menutup kemungkinan pihaknya akan mengembangkan kasus ini. Selain akan menjerat pemilik lahan dan pihak yang membuang limbah B3, polisi akan menelusuri lokasi lain yang menjadi sasaran pembuangan limbah yang sama.

Sumber:
Beritametro. 2014. Ribuan Ton Limbah Berbahaya di Buang di Lahan Desa. [online] dalam http://m.beritametro.co.id/jawa-timur/ribuan-ton-limbah-berbahaya-dibuang-di-lahan-desa [diakses 18 Maret 2016]
Additional Data
Deskripsi Pihak-Pihak Yang Terlibat Krisis Ini (Kelompok Masyarakat, Komunitas,Pemerintah, Perusahaan, LSM, Ormas, Perguruan Tinggi dll): Masyarakat desa Watusumpak-Mojokerto, BLH Mojokerto
Apa Tuntutan Masyarakat Untuk Penyelesaian Krisis Ini?: Menghentikan pembuangan limbah B3 di desa mereka, mengeluarkan limbah B3 yang telahdikubur

Kepercayaan: UP DOWN 0
Leave a Comment
Nama:
Surel:
Komentar-komentar:
Kode Keamanan:
19 + 3 =

Laporan tambahan

Warga Medali Tutup Saluran Limbah Pabrik

23:52 May 21, 2014

Medali, Puri, Mojokerto, East Java, Indonesia, 3.37 Kms

Pengelolaan Limbah B3 Ilegal di Jombang

17:38 Mar 18, 2016

Kendalsari, Sumobito, Jombang Regency, East Java, Indonesia, 4.16 Kms

Longsor Jombang Akibat Alih Fungsi Lahan

01:07 Feb 10, 2014

Dusun Kopen, Desa Ngrimbi, Bareng, Jombang, 8.39 Kms

Warga Jombang Tolak Eksploitasi Danone Aqua

20:01 Apr 30, 2014

mojowarno,wonosalam,bareng,jombang, 10.04 Kms

Kekeringan Di Jombang (2013)

22:16 Jun 13, 2014

Jombang, East Java, Indonesia, 11.68 Kms